Perubahan Status Endemi Belum Tentu Baik, Pakar Epidemiologi: ‘Jangan Terjebak’

Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap endemi adalah baik. "Jangan terjebak menganggap endemi baik. menganggap bahwa endemi itu tidak berbahaya. Ia pun menjelaskan istilah terkendali adalah tidak ada kasus selama berbulan bulan.

Misalnya terhitung 3 4 bulan. Kalau pun ditemukan kasus, maka jumlahnya dan tidak menyebabkan kematian. Bahkan mereka yang terinfeksi tidak sampai dirawat ke ICU.

Kondisi seperti ini lah yang harus dicapai oleh masyarakat Indonesia. "Itu yang harus kita kejar. Makanya setiap penyakit menular, disebabkan programnya pengendalian penyakit menular. Bukan pengendalian endemi," tegasnya. Status endemi bukan berarti semua masalah berakhir bahkan tetap menimbulkan masalah yang serius.

Hal ini jika dilihat pada kasus HIV dan demam berdarah yang menyebabkan kematian hingga jutaan. Selain itu juga berdampak pada banyak situasi sosial dan ekonomi. Karenanya yang harus dituju oleh masyarakat diganti, dari endemi menjadi terkendali. Dan endemi kata Dicky tidak bisa dikendalikan.

Meskipun karakter sebagian negara telah menjadi endemi, tapi tidak semua negara seperti itu. Tapi perlu menjadi catatan jika status ini tidak bersifat statis dan ada kemungkinan ledakan bisa terjadi saat berstatuskan endemi. "Hal ini terjadi jika status memburuk," katanya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.